Info

Pasien Kanker Darah Disebut Paling Rentan Virus Corona Covid-19, Mengapa?

Di antara semua jenis kanker, pasien dengan kanker darah disebut memiliki risiko tinggi terkena virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi sel darah. (pixabay)
Ilustrasi sel darah. (pixabay)

Sit.himedik.com - Seperti yang sudah diberitakan, virus corona Covid-19 sangat rentan terhadap orang dengan masalah kesehatan mendasar, seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, paru-paru dan kanker.

Salah satu penyakit kanker yang paling rentan adalah kanker darah seperti limfoma non-Hodgkin dan multiple myeloma. Karena, penderita memiliki risiko paling besar untuk tertular virus corona Covid-19 dan mengalami gejala paling parah.

Penderita kanker darah paling rentan terkena virus karena penyakit ini memengaruhi sel darah putih sebagai penangkal infeksi tubuh.

Sedangkan dilansir dari WebMD, multiple myeloma adalah kanker sel darah putih yang disebut sel plasma.  Penyakit ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Di sisi lain, perawatan seperti kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang membuat kekebalan tubuh Anda semakin turun.

Kanker darah (Shutterstock)
Kanker darah (Shutterstock)

Sebuah studi pada Februari 2020 dari orang-orang yang terinfeksi corona Covid-19 menemukan bahwa mereka yang memiliki jenis kanker apapun atau pernah menderita kanker beberapa kali lebih mungkin meninggal atau memerlukan ventilator.

Tetapi penelitian ini hanya melihat 18 orang dengan kanker, jadi belum jelas hasilnya pada sampel yang lebih besar akan sama atau tidak.

Di sisi lain, terapi perawatan kanker juga bisa bisa menurunkan kekebalan tubuh pada penderita kanker multiple myeloma.

Tetapi, bukan berarti Anda harus berhenti melakukan perawatan selama pandemi. Anda bisa mengonsultasikannya pada dokter mengenai perawatan kanker lanjutan dan risikonya.

Jika Anda baru saja menjalani transplantasi sel induk autologous, kemungkinan besar Anda akan mengalami infeksi setelah pulih. Jika Anda dalam remisi setelah transplantasi, sistem kekebalan tubuh Anda juga tidak akan kembali sepenuhnya selama 6-12 bulan.

Berita Terkait

Berita Terkini