Info

Polusi Udara Jakarta Mengkhawatirkan, Ikuti 10 Tips Ini untuk Menghindari Penyakit ISPA

Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga diri sendiri saat polusi udara sedang tinggi?

Yasinta Rahmawati

Suasana Jakarta yang terlihat samar karena polusi udara difoto dari atas Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Selasa (25/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana Jakarta yang terlihat samar karena polusi udara difoto dari atas Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Selasa (25/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sit.himedik.com - Kondisi polusi udara Jakarta hingga kini kian mengkhawatirkan. Dalam dua pekan terakhir, Jakarta telah beberapa kali menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia berdasarkan data IQAir.

Pasalnya, langit Jakarta justru seperti terlihat seperti kabut yang muncul di siang hari. Hal ini terlihat dari video yang diunggah akun Instagram @pandemictalks. Dalam video yang direkam akun Instagram @destinisagitari, memperlihatkan gedung-gedung Jakarta yang terlihat samar.

“Terlalu sadis, sampai parahnya begini langit Jakarta literally bener2 ketutup asap polusi.. dan ini udah 2 minggu lebih separah ini. Ayo pakai masker, anak2 dan kelompok rentan usahakan di rumah saja dulu kecuali untuk aktivitas esensial,” unggah akun @pandemictalks, beberapa waktu lalu.

Hal ini menunjukkan kalau polusi di Jakarta sudah semakin parah. Video tersebut lantas menjadi perhatian bagi para warganet. Bahkan, beberapa mengeluh juga karena polusi, banyak keluhan kesehatan yang dirasakan.

Perbedaan Langit Jogja dan Jakarta Akibat Polusi (TikTok/@notpusing)
Perbedaan Langit Jogja dan Jakarta Akibat Polusi (TikTok/@notpusing)

"Yang berobat udah rata-rata sakitnya sesak, demam semua loh," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.

“Ya Allah , bagaimana dengan penderita pernafasan (asma),” komentar akun lainnya.

“Pakai masker dengan kandungan karbon aktif untuk solusi sementara kalau di luar ruangan. Kalau di rumah usahakan punya air purifier ionizer atau AC dengan Plasmacluster. Tanaman seperti lidah mertua juga bisa membantu mengurangi kandungan zat beracun di udara. Bisa di googling jenis tanaman lainnya,” saran salah satu warganet.

Namun, sebenarnya apa yang dapat dilakukan untuk menjaga diri sendiri saat polusi sedang tinggi? Melansir laman American Lung Association, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga diri saat polusi tinggi.

1. Periksa kondisi polusi setiap harinya. Hal ini akan sangat membantu untuk mengetahui kondisi udara hari itu.

2. Hindari berolahraga pada ruangan dengan tingkat polusi tinggi. Jika ingin berolahraga, carilah gym yang lebih aman. Pastikan juga untuk anak-anak agar tidak bermain di luar karena kondisi udara yang kurang baik.

3. Gunakan lebih sedikit energi di rumah. Listrik dan sumber energi lainnya menciptakan polusi udara. Dengan mengurangi penggunaan energi, ini dapat membantu meningkatkan kualitas udara, mengekang emisi gas rumah kaca, mendorong kemandirian energi, dan menghemat uang.

4. Usahakan anak untuk tidak terpapar emisi bus saat bersekolah. Pastikan juga lingkungan anak bersih dan tidak terpapar polusi dalam tingkat yang tinggi.

5. Lebih banyak berjalan kaki, bersepeda atau naik kendaraan umum. Kurangi penggunaan mobil pribadi karena bisa memengaruhi tingkat polusi.

6. Hindari membakar kayu atau sampah. Pembakaran kayu bakar dan sampah adalah salah satu sumber utama polusi partikel yang tinggi.

7. Gunakan peralatan perawatan rumput dengan manual atau listrik. Hindari penggunaan mesin yang gunakan bensin karena bisa berpengaruh pada polusi.

8. Selalu siap siaga jika ada bencana yang memengaruhi kualitas udara, seperti kebakaran hutan. Ketahui juga cara mitigasi jika berbagai hal tersebut terjadi

9. Lindungi juga kualitas udara dalam ruangan. Pelajari cara memastikan udara yang hirup di dalam ruangan bersih.

10. Saling mengingatkan satu sama lain. Dengan saling menyuarakan, ini akan membantu orang-orang sadar untuk menjaga kondisi udara agar lebih baik.

Berita Terkait

Berita Terkini