Wanita

Gejala Kanker Payudara Tidak hanya Benjolan, Ketahui Tanda Lainnya!

Gejala kanker payudara bisa terlihat dari tekstur hingga perubahan puting.

Rosiana Chozanah

Ilustrasi kanker payudara. (pixabay/waldryano)
Ilustrasi kanker payudara. (pixabay/waldryano)

Sit.himedik.com - Banyak orang mengira gejala utama dari kanker payudara adalah benjolan saja. Tapi sebenarnya ada hal lain yang mungkin tidak banyak diperhatikan, seperti perubahan pada kulit maupun puting.

National Cancer Institute (NCI) mengatakan setiap perubahan mendadak pada payudara dapat menandakan ada sesuatu yang terjadi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga mengungkapkan nyeri payudara atau perubahan puting yang tidak biasa, misalnya masuk ke dalam, juga memerlukan pemeriksaan.

Selain itu, banyak wanita yang juga tidak menyadari bahwa kulit di payudara juga dapat menunjukkan gejala. Misalnya, tekstur kulit menjadi bersisik, merah, tebal, berbintik-bintik, hingga bergerenjal.

"Setiap iritasi kulit atau adanya lengkungan pada kulit harus ditanggapi secara serius," saran CDC, lapor Health.

Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Hal sama berlaku pada cairan yang keluar dari puting (selain ASI), serta pembengkakan, terasa hangat, atau nyeri saat ditekan.

Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau di sekitar tulang selangka juga harus diperiksa. Sebab, kanker payudara dapat menyebar ke bagian ini sebelum merasakan adanya benjolan.

Tapi tidak perlu khawatir berlebih, gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker payudara. Bisa saja Anda mengalaminya ketika sedang sindrom pra-menstruasi atau setelah menstruasi.

Intinya, mengenal bentuk dan penampilan payudara itu penting. Jika melihat ada sesuatu yang tidak biasa, baik pada puting, tekstur kulit, hingga sensivitas, bicarakan dengan dokter.

Karena banyak kanker payudara tidak dapat dilihat atau dirasakan, pemeriksaan mammogram seringkali merupakan cara terbaik untuk mendeteksinya lebih awal. Penjadwalan mammogram rutin bisa mendeteksi penyakit lebih awal sehingga mudah diobati.

Berita Terkait

Berita Terkini