Wanita

4 Penyebab ASI Tidak Keluar, Ketahui Cara Mengatasinya

Stres adalah penyebab utama pasokan ASI tidak keluar atau terhenti, khususnya pada beberapa minggu pertama usai melahirkan.

Yasinta Rahmawati

Ilustrasi menyusui. (pixabay)
Ilustrasi menyusui. (pixabay)

Sit.himedik.com - Momen menyusui kadang tidak berjalan lancar, karena banyak ibu yang mengalami kondisi ASI tidak keluar. Dalam banyak kasus, ini bersifat sementara karena ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan pasokan ASI.

Namun, apa saja penyebab ASI tidak keluar dan apa yang harus dilakukan? Simak ulasannya di sini, dirangkum dari Suara.com.

Penyebab ASI Tidak Keluar

1. Stres atau cemas

Stres adalah penyebab utama pasokan ASI terhenti, khususnya pada beberapa minggu pertama usai melahirkan. Stres terjadi bisa karena kurang tidur menyesuaikan dengan jadwal bayi dan peningkatan kadar hormon tertentu seperti kortisol.

Jika Anda mengalami depresi pasca melahirkan, penting untuk konsultasi ke dokter.

2. Pemberian susu formula

Setelah bayi Anda lahir, payudara beroperasi berdasarkan penawaran dan permintaan. Pemberian ASI eksklusif mendorong permintaan yang lebih tinggi, sehingga payudara menghasilkan lebih banyak ASI. 

Namun, suplementasi dengan susu formula untuk beberapa kali menyusui setiap hari (seperti saat bayi berada di tempat penitipan anak) atau mengeluarkan ASI hanya ketika bayi ingin menyusu memberi tahu tubuh Anda bahwa ia tidak perlu memproduksi ASI lebih banyak. Akibatnya, pasokan ASI akan mulai berkurang, bahkan tidak keluar.

Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)
Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)

 

 

3. Makan atau minum terlalu sedikit

Mungkin Anda tergoda untuk segera diet setelah melahirkan untuk menurunkan berat badan. Namun menurunkan berat badan saat menyusui hanya akan membuat ASI tidak keluat. Jadi, pastikan untuk makan cukup untuk mengisi 500 kalori yang dibakar saat menyusui setiap hari. 

Selain itu, hidrasi yang cukup penting juga agar produksi ASI tidak berkurang. Jumlah cairan yang dimasukkan ke tubuh dapat memengaruhi seberapa banyak ASI dihasilkan.

4. Sakit

Flu dan pilek tidak akan mengurangi suplai ASI Anda. Namun, gejala terkait seperti kelelahan, diare, muntah, atau nafsu makan menurun pasti bisa. Mintalah bantuan di rumah ketika Anda sakit sehingga Anda dapat terus membuat ASI yang cukup untuk menyusui. Dan pastikan Anda mendapatkan vaksin COVID-19 yang sudah terbukti aman dan efektif untuk pasien hamil dan menyusui.

Yang Harus Dilakukan saat ASI Tidak Keluar

Cara terbaik untuk meningkatkan suplai ASI adalah dengan menyusui lebih sering. Tawarkan payudara Anda kepada bayi Anda setidaknya setiap tiga jam dan kembangkan frekuensinya. Proses ini akan memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Anda juga bisa mencoba melakukan kompresi payudara saat menyusui, yaitu Anda memegang payudara di antara ibu jari dan jari, lalu meremasnya dengan lembut saat bayi Anda hanya menyusu tetapi tidak minum.

Jika Anda bisa, cobalah untuk menjaga bayi Anda di satu sisi sampai payudara Anda benar-benar kehabisan ASI sebelum berpindah sisi. Selain itu, Anda dapat memompa setelah bayi selesai menyusu untuk memastikan ASI Anda keluar. Jika Anda mengeluarkan semua susu, tubuh Anda akan dirangsang untuk membuat jumlah yang lebih besar untuk menyusui berikutnya.

Di sisi lain, pastikan konsumsi makanan yang seimbang, bergizi, minum banyak air, dan tidur cukup. Beberapa orang juga melengkapi diet mereka dengan suplemen herbal serta obat-obatan.

Demikian informasi mengenai penyebab ASI tidak keluar dan apa yang harus dilakukan, semoga informasi ini bermanfaat.

Berita Terkait

Berita Terkini