Wanita

Terobsesi Sehat, Mahasiswa Kedokteran Idap Anoreksia dan Berat Badan Hanya 30 Kg!

Seorang mahasiswa kedokteran menderita anoreksia nervosa yang membuatnya hanya memiliki berat badan 30 kg.

Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi menimbang berat badan - (Pixabay/sisdahgoldenhair)
Ilustrasi menimbang berat badan - (Pixabay/sisdahgoldenhair)

Sit.himedik.com - Mahasiswa kedokteran pernah memiliki berat badan hanya 30 kg yang membuatnya didiagnosis menderita anoreksia nervosa.

Mahasiswa bernama Sarah Rav, dari Melbourne, itu mengalami gangguan makan ketika berusia 18 tahun di tahun pertamanya di Universitas. Pada titik terendahnya, ia hanya makan 300 atau 400 kalori dan berlari selama 3 jam setiap harinya.

"Kaki saya biasanya berdarah setiap kali pulang dari berlari dan ada kalanya saya berlari begitu jauh dari rumah, sehingga saya tidak tahu di mana saya berada," kata Sarah dikutip dari Daily Mail.

Sarah mengaku dirinya memang selalu ingin hidup sehat. sehingga suka olahraga angkat beban. Tapi, keinginannya ini berubah ketika dirinya masuk universitas dan tiba-tiba menjadi lebih obsesif.

ilustrasi gangguan makan, kelainan makan (Unsplash)
ilustrasi gangguan makan, kelainan makan (Unsplash)

Ia mengaku setiap hari akan berusaha lebih ketat dengan membatasi asupan kalori dan berlari lebih jauh atau olahraga lebih lama.

"Saya tidak menyadari perkembangan ini pada waktu itu. Saya merasa harus berlari 18 kilometer setiap hari, saya akan merasa gagal kalau tidak," kata Sarah.

Saat sarapan, ia juga hanya mengonsumsi yoghurt tanpa lemak dan gula. Saat siang hari, ia hanya mengonsumsi protein dan diet coke. Bahkan di malam hari, ia hanya makan sayuran, seperti selada, zucchini atau brokoli yang rendah kalori.

"Ini bukan soal menurunkan berat badan, tetapi rasa ingin selalu menjadi yang lebih baik setiap harinya menurut dirinya," katanya.

Pada titik terendahnya, Sarah hanya memiliki berat badan 30 kg, BMI 10 dan sering kelelahan secara permanen serta sakit tulang ketika duduk.

Ia juga mengalami perubahan menstruasi, sering mimisan dan rambut rontok. Setelah itu, dokter menyatakan dirinya menderita anoreksia nervosa.

Karena itu, ia harus dirawat untuk menjalani program pemulihan yang mana tidak diizinkan bergerak dan harus menggunakan kursi roda. Bahkan, ia dipaksa untuk mengonsumsi makanan yang sebelumnya dihindari.

Berita Terkait

Berita Terkini